Contoh Pengaplikasian APQC

Analisa Proses Bisnis
Menurut APQC(American Productivity and Quality Center) ada 12 kategori proses bisnis.

Buat 2 contoh untuk masing-masing kategori bisnis tersebut.

Berikut penjabaranya,
Menurut APQC(American Productivity and Quality Center) ada 12 kategori proses bisnis, yaitu :

Mengembangkan visi dan misi
Desain dan mengembangkan produk atau jasa
Pemasaran dan penjualan produk atau jasa
Membuat dan mengantarkan produk atau jasa
Mengelola pelayanan kosumen
Membangun dan mengelola sumberdaya manusia
Mengelola teknologi informasi dan pengetahuan
Mengelola sumberdaya keuangan
Mendapatkan, membangun dan mengelola properti
Mengelola kesehatan dan keamanan lingkungan
Mengelola hubungan eksternal
Mengelola perbaikan dan perubahan

Contoh perusahan
Terdapat visi misi persahaan yaitu:
Visi

Menjadi pengelola bandar udara kelas dunia yang terkemuka dan profesional.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Angkasa Pura II bertekad melakukan transformasi secara menyeluruh dan bertahap selama lima tahun pertama

Misi

Mengelola jasa bandar udara kelas dunia dengan mengutamakan tingkat keselamatan, keamanan, dan kenyamanan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.
Mengembangkan SDM dan budaya Perusahaan yang berkinerja tinggi dengan menerapkan sistem manajemen kelas dunia.
Mengoptimalkan strategi pertumbuhan bisnis secara menguntungkan untuk meningkatkan nilai pemegang saham serta meningkatkan kesejahteraan karyawan dan pemangku kepentingan lainnya.
Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan mitra usaha dan mitra kerja serta mengembangkan secara sinergis dalam pengelolaan jasa bandar udara.
Memberikan nilai tambah yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan.

Penerapan kelola hubungan eksternal,pengembangan properti n pembangunan,kelola perbaikan dan perubahan dapat dilihat dari jejak langkah perusahaan,selengkapnya di

Status : berhasil 100%
Keterangan : kebetulan perusahaan terkait merupakan tempat saya bekerjA.

Kinerja Sistem Informasi

Analisa proses bisnis

Pertanyaan :
Sebutkan faktor-faktor yang memperngaruhi kinerja sistem informasi

Berikut faktor pengaruhnya,
Abstract

Kemampuan bersaing sebuah perusahaan dapat dilakukan apabila manajemen mampu melakukan pengambilan keputusan yang didasarkan pada informasi yang berkualitas. Informasi yang berkualitas akan terbentuk dari adanya sistem informasi (SI) yang dirancang dengan baik. Pemanfaatan SI yang tepat dan didukung oleh keahlian personil yang mengoperasikannya dapat meningkatkan kinerja perusahaan maupun individu yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.

Penelitian deskriptif menggunakan populasi penelitian 543 perusahaan manufaktur besar atau menengah yang ada di Semarang. Sampel ditetapkan dengan rumus Slovin dan diperoleh 85 perusahaan sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dikirim secara mail survey diperoleh 42 data yang dapat diolah sehingga sampel penelitian ini menjadi 42 responden. Alat analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan pemakai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna sistem informasi dan penggunaan sistem informasi. Kapabilitas personal tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna sistem informasi dan penggunaan sistem informasi. Ukuran organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna, tetapi tidak berpengaruh terhadap penggunaan sistem. Dukungan top management berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna, tetapi tidak berpengaruh terhadap penggunaan sistem informasi. Formalisasi pengembangan SI berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna, Teapi tidak terhadap penggunaan sistem informasi. Kinerja sistem informasi akuntansi cenderung sama, baik yang berada di dalam perusahaan yang memiliki program pelatihan dan pendidikan maupun di dalam perusahaan yang tidak memiliki program pelatihan dan pendidikan. Kinerja sistem informasi cenderung sama, baik yang berada di dalam perusahaan yang memiliki komite pengendali SI maupun di dalam perusahaan yang tidak memiliki komite pengendali SI. Kinerja sistem informasi cenderung sama, baik yang lokasi departemen sistem informasinya berada terpisah maupun yang bergabung dengan bagian lain.

Kata kunci: keterlibatan pemakai, kapabilitas pemakai, ukuran organisasi, dukungan top management, formalisasi pengembangan sistem, pendidikan dan pelatihan, komite pengendali, lokasi departemen, kepuasan pengguna, penggunaan sistem informasi.

Status : berhasil 100%
Keterangan :materi idu kurang lengkap jadi saya ambil dari sumber lain http://scholar.google.co.id/scholar?q=faktor+pengaruh+kinerja+sistem+informasi&hl=id&as_sdt=0&as_vis=1&oi=scholart&sa=X&ei=YfS1VKmDGMezuAStjYCgAQ&ved=0CBcQgQMwAA